PKSWatch Watch

Berangkat dari kekhawatiran akan masa depan Partai Keadilan Sejahtera yang kini banyak menjadi sorotan, keseimbangan dan kejernihan permasalahan coba disajikan. Isi blog ini adalah pendapat pribadi penulis dan tidak berhubungan sedikitpun dengan sikap resmi partai.

Sunday, December 04, 2005

Partai adalah Jamaah, Jamaah adalah Partai

Assalamu'alaikum warohmatulloh wabarokatuh

Partai Keadilan Sejahtera adalah sebuah partai Islam di Indonesia yang dikenal dengan jargonnya 'al-hizbu huwal-jama'ah wal-jama'ah hiyal hizb', partai adalah jamaah dan jamaah adalah partai. Dengan jargon ini PKS berusaha memasukkan nilai-nilai dakwah yang bersih dan membersihkan ke dalam wilayah politik dan pengelolaan negara yang selama ini dikenal dengan ungkapan "politik itu kotor".

Ungkapan ini menunjukkan betapa wajah politik dan pengelolaan negara di negeri kita sudah sangat coreng-moreng dengan arang kekotoran seperti suap, korupsi, kolusi, nepotisme dll. Mulai dari mengurus segala macam perizinan seperti SIM, IMB, paspor dll, penerimaan pegawai negeri, hingga proses hukum di pengadilan tak lepas dari suap dan KKN, dan hal ini adalah biasa. Seolah-olah ungkapan "politik itu kotor" telah menjadi justifikasi bagi para koruptor dan penyalah guna kekuasaan untuk terus berbuat curang dan menghalalkan segala cara. Hal ini tidak dapat dan tidak perlu kita pungkiri sebagai sebuah kenyataan pahit yang harus segera dibenahi.

Mengapa politik dan pengelolaan di negeri kita menjadi kotor dan berantakan? Mengurus segala macam keperluan harus pakai uang pelicin, ekonomi pun menjadi berbiaya tinggi, harga barang melambung dan akhirnya hidup rakyat menjadi susah. Apakah selama ini mereka yang mengurus negara kurang berpendidikan? Tentu tidak. Mereka, para elite politik dan pemerintahan kita, adalah kaum terpelajar yang merupakan putera-putera terbaik pilihan bangsa. Pakar di bidangnya masing-masing dan tentu saja menguasai permasalahan yang ditangani. Lalu mengapa negara kita terpuruk menjadi salah satu negara paling korup dan miskin di dunia? Jawabannya adalah moral para pelaku politik dan pengelola negara kita yang buruk.

Ilmu dan kepakaran setinggi langit menjadi gila tak terkendali manakala moral yang mengawalnya bobrok. Lembaga legislatif pembuat hukum dan undang-undang berkongkalikong dengan lembaga eksekutif pelaksana pemerintahan dan lembaga yudikatif yang mengawasinya, serta konglomerat pemakan uang rakyat. Sehingga terciptalah konserto dosa politik, kekuasaan dan harta yang dimainkan dengan tak tahu malu selama berpuluh-puluh tahun. Kita bisa melihat hasilnya sekarang, negeri subur makmur yang seharusnya gemah ripah loh jinawi, ternyata sebagian besar rakyatnya masih hidup miskin dan tak mampu bahkan untuk mencukupi secara layak kebutuhan dasar hidupnya, beras, pakaian, pendidikan, BBM dan rumah tinggal.

Demikianlah, maka PKS sebagai partai yang berkomitmen untuk mengemban amanat rakyat untuk memperbaiki taraf hidup mereka, mencoba membawa pesan-pesan dakwah untuk memperbaiki moral para elite politik dan pengelola negara. Jargon partai adalah jamaah dan jamaah adalah partai mencoba menghilangkan dikotomi antara politik dan dakwah yang selama ini terkesan begitu kuat. Dikotomi ini telah mendudukkan dakwah di sudut-sudut masjid yang bersih dan suci, sementara politik yang kotor dilepaskan di pasar-pasar, di jalan-jalan, di lembaga-lembaga politik dan pemerintahan. Sehingga tak heran kalau kondisi negara kita menjadi carut-marut seperti ini.

Dan kini PKS dengan jargon "partai adalah jamaah dan jamaah adalah partai", mencoba mengikat kembali kuda binal politik ini dengan tali kekang dakwah dan moral yang kuat. Sehingga yang akan muncul di pasar-pasar, di jalan-jalan, di lembaga-lembaga politik dan pemerintahan, tidak lagi para pedagang, politikus dan pegawai yang curang dan korup, melainkan mereka yang bermoral, santun, bersih dan memikirkan kepentingan rakyat.

Tetapi tentu saja moral yang baik saja tanpa ilmu yang mencukupi akan kehilangan arah, tidak tahu harus kemana. Karena itu seiring dengan pembinaan moral yang baik, PKS juga seharusnya melakukan pendidikan keilmuan yang sesuai dan mencukupi bagi para kadernya yang akan duduk di lembaga-lembaga DPR dan pemerintahan. Jangan sampai karena kurangnya ilmu yang sesuai yang mereka miliki, kebaikan moral para kader PKS di lembaga-lembaga tersebut menjadi santapan empuk para serigala politik.

Demikianlah jargon PKS "partai adalah jamaah dan jamaah adalah partai" adalah sesuatu yang diperlukan untuk memperbaiki kondisi negeri kita saat ini. Kader-kader PKS yang telah mempunyai modal dasar moral yang baik, selanjutnya perlu diseimbangkan dengan ilmu yang sesuai dengan bidang-bidang yang akan mereka masuki. Hal ini akan menjadi cara yang ampuh dan efektif untuk membersihkan dan memperbaiki kondisi politik dan pengelolaan negara kita. Sehingga Insyaalloh akan tiba masanya di masa depan kita mendengar ungkapan "politik itu bersih".

Wassalamu'alaikum warohmatulloh wabarokatuh

PKSWatch Watch

23 Comments:

At 3:14 AM, Anonymous sam said...

Mas...mas...
katanya

Vox Populi Vox Dei (asas Demokrasi: Suara Rakyat = Suara TUHAN)

Sekarang anda menulis Partai adalah Jamaah, Jamaah adalah Partai.

Lha kalo rakyatnya maling semua apa Tuhannya, Tuhan Maling?

Bertobatlah wahai kaum yang berakal

 
At 5:23 PM, Anonymous wong Ndeso said...

wow...
gitu ya..???
partai adalah jamaah, jamaah adalah partaii?????
saya ga sepakat!!!

 
At 6:46 PM, Anonymous Anonymous said...

saya setoejoe banget ! pks harus kembali ke fitroh !

 
At 7:32 PM, Anonymous horisontal@telkom.net said...

ass. saya ingin bertanya kepada semua yang saat ini membaca komentar ini.

pertama : mengapa pks dalam menjalankan kegiatan aksi peduli sosial (kesehatan grtais, bantuan bencana, sumbangan ke rakyat susah) selalu membawa embel-embel bendera partai. APAKAH INI BUKAN RIYA' atau HANYA STRATEGI MEMIKAT SIMPATI MASYARAKAT. jangan-jangan semua itu, aksi peduli sosial, hanya kedok belaka demi kepentingan meraih kekuasaan di pemilu mendatang. dimana letak keihklasan pks dalam hal ini di tinjau dari konteks agama ??

kedua : pks selalu mendengungkan slogan bersih. tetapi seringkali dalam prakteknya bertolak belakang dengan apa yang di slogankan. contohnya; (a). berkoalisi dalam kabinet tapi juga menelikung kabinet, dimana banyak sikap pks yang berbeda dengan pemerintah dan pada satu sisi banyak sikap pks yang mendukung pemerintah atau lebih kerasnya standar ganda mirip amerika juga.. (b). PKS CUKUP SERING MEMPRAKTEKKAN CARA-CARA BERPOLITIK YANG TIDAK BERSIH, miaslnya masuk ke kampus-kampus dengan menempel dalam lembaga dakwah kampus (LDK). Bukankah ini cara non legal atau penyelundupan misi partai ke dalam kampus yang semestinya fitroh dari nuansa parati politik, dan parahnya dilakukan dengan mendompleng LDK !!! dimana letak bersihnya pks bila lembaga agama mahasiswa sudah di salahgunakan untuk kepentingan kelompk. padahal LDK sejatinya untuk seluruh umat islam tanpa memandang kelompok, golongan atau aliran.

ketiga ; di tunggu komentar dari pemilik situs ini untuk BERANI MENGATAKAN KEBENARAN MESKI ITU PAHIT. sehingga kita tidak selalu di setel untuk selalu taklid pada sesuatu yang sebenarnya di hati nurani ingin memberontak atas ketidak benaran itu.

 
At 9:45 PM, Anonymous AM. Rahman said...

saya tidak setuju.
bagaimana pun kalo jamaah adl partai dan partai adl jamaah, maka yang terjadi adalah mengatasnamakan dakwah untuk keperluan partai, dakwah disamakan dengan kampanye dan sebagainya.
dan akhirnya pasti jamaah dikorbankan untuk kepentingan politik. yang pada kelanjutannya agama juga akan dijual untuk kepentingan politik.

Saya bukan org sekuler yang membeda-bedakan urusan selain agama dg urusan agama.
Tapi bagaimanapun juga dakwah, jamaah dan agama harus dikembalikan ke fitrohnya semula. jangan di bawa2 ke politik.

 
At 12:45 AM, Anonymous Anonymous said...

Vox Populi Vox Dei itu kata siapa? Kata manusia atau kata Tuhan? Kalau itu kata manusia bisa salah 'kan?
Politik itu apa? Apakah politik itu menurut konsep Orla atau Orba. Menurut konsep Orde Lama 'politik itu kotor' dan itu tidak dibantah atau dirubah oleh Orba. Mungkin kebanyakan kita sekarang masih pake konsep itu. Apakah konsep politik yang dianut oleh PKS itu menurut yang dicontohkan oleh Nabi (yang Islami)?

 
At 7:25 PM, Anonymous Anonymous said...

ya terserah situ, kalau bukan anggota partainya berarti bukan jamaahnya. terus kl bukan jamaahnya gak boleh

 
At 1:41 AM, Anonymous Anonymous said...

Bismillah...
mudah2n Alloh menyelamatkan lidah ini agar tidak menjadi penyebar fitnah, pengkritik tanpa memberi solusi, penghujat tanpa manfaat, lantas siapakah kita?

Namanya juga bergerak atas nama partai, memangnya kita melihat mereka ketika sedang bergerak atas nama pribadi?
tentu ini menjadi media mendidik/ mengajak orang lain menjadi baik.
Ketika paradigmanya orang kalau partai itu penipu, pemboros duit, mereka tampil sebaliknya. coba pikir bagaimana jika seluruh partai ternyata akhirnya concern terhadap urusan agama, akhlak, moral, kesejahteraan. Alangkah indahnya..... :)
PDIP mulai membentuk ormas islam, Golkar mulai intensif mengelola ormas islam. bayangkan bagaimana image mereka yang preman, atau (maudzubillah) manipulator akhirnya mulai tersentuh hidayah olah aktivitas mereka sendiri.

Jadi.... kalau kita mendikotomi partai dengan jamaah, kita telah berbuat SYIRIK, menganggap wilayah Alloh itu hanya sekecil taman bermain, Alloh nggak paham politik, Alloh tidak berkuasa mengatur politik (ngeh gak sih)
yang salah dari perilaku politik tentu pelakunya, bukan politiknya. Rasululloh saja berpolitik.

Istafti qolbak...
Siapakah kita? Penghujat? Pengkritik? Perusak Tatanan? Penyebar fitnah? mudah2 tidak.

Saya tidak peduli harokah/ siapapun yang mengelola negri ini.
Asal Alloh tujuannya, ahsan caranya, saya pas.....ti mendukungnya (insya Alloh)
Indahnya bila semua orang bisa saling memahami dan mengingatkan.

Majulah yang punya tujuan mulia, bertaubatlah yang berniat busuk.

M30DKN

 
At 2:40 AM, Anonymous Anonymous said...

Memang otak kita jadi pada kacau gara-gara tidak pernah ditata cara berpikirnya, atau jika pun ditata tapi salah asuh. Termasuk berpikir masalah partai, politik, dan agama.
Yang lebih parah juga para tokoh agamanya setali tiga uang. Para muballigh yang pada pake sorban itu, umumnya ngertinya agama hanya fiqih ibadah melulu sama sedikit akhlak. Begitu berbicara tentang dakwah dengan segenap masalahnya, gak mudeng. Apalgi bicara pilitik dan kekuasaan, jadi gak ngambung.
Contoh, PKS hadir dengan slogan "partai dakwah" saja pada ribut, seolah-olah istilah asing yang musykil. Padahal istilah "partai" selalu dikaitkan dengan "politik" juga bahasa manusia, bukan wahyu. Nah, PKS ingin mengubah kesakralan istilah itu. Dia "partai" tapi "dakwah". Emang kalau cerdas dikit sebenarnya gampang nerimanya walaupun ini istilah baru. Tapi karen terlanjur pada taqlid jadi aneh.
Dan kini PKS hadir dengan banyak hal yang "baru" dan "tak lazim" menurut kebanyakan politisi kita. Daripada yang dilihat gitu mulu dari partai-partai yang ada, kan ini minimal pencerahan,... gitu lo bung. Jadi pinter dikit lah.

 
At 2:57 AM, Anonymous Anonymous said...

Saya ingin ikut kasih komentar ihwal pertanyaan:
pertama : mengapa pks dalam menjalankan kegiatan aksi peduli sosial (kesehatan grtais, bantuan bencana, sumbangan ke rakyat susah) selalu membawa embel-embel bendera partai (PKS).
Jawab: ya kalau pake embel-embel bergambar salib entar dikira aksinya jemaat gereja. Ya wajah saja lah.. wong Quran aja menyuruh: "Beramallah agar Allah, Rasulullah dan orang-orang beriman tahu apa yang kalian kerjakan.." mbok dibuka Alquran itu jangan ditaro' mulu...
2. PKS CUKUP SERING MEMPRAKTEKKAN CARA-CARA BERPOLITIK YANG TIDAK BERSIH, miaslnya masuk ke kampus-kampus dengan menempel dalam lembaga dakwah kampus (LDK).
Jawab: Nah ini masalah kesenjangan informasi. LDK itu dibentuk dulu-dulunya oleh para aktifis kampus yang kemudiannya pada bikin PKS, jangan dibolak-balik. Jika di forum LDK ada diskusi tentang politik dalam Islam, implementasinya ya PKS itu. Gitu loh, ah Ente kagak nyambung aje...
3. Bukankah ini cara non legal atau penyelundupan misi partai ke dalam kampus yang semestinya fitroh dari nuansa parati politik..
Jawab: Jaman udah kayak gini masih ada orang anti politik masuk kegiatan kampus.. aduh tolong logikanya direformat bung. Kita udah muak mendengar doktrin: politik= kekuasaan= kotor. Karena pikiran kekuasaan=kotor itulah banyak orang soleh gak mau jadi pemimpin, jadinya sekarang pemimpin dan pejabatnya penipu, maling, preman berdasi. Yang salah itu doktrinnya. Ayo kita perbaiki. PKS hadir untuk mendobrak semua itu, meskipun, wah susahnya minta ampun..
Tapi Allah bersama orang yang tidak pernah putus asa...

 
At 2:12 AM, Anonymous Anonymous said...

find_namagraph@yahoo.com

wah, sepakat dengan bang anonimous..
beramal sajalah, biarlah Allah, RasulNya dan orang-orang beriman merasakan manfaat dari amal tsb. karena kita terlahir sebagai khodiimul ummah (pelayan ummat), kalaupun ada bendera yg berkibar, maka itu hanyalah simbol ukhuwah. partai ini hanya kendaraan, kalau tujuan sudah dicapai, kendaraan ini pun bisa dibubarkan. ini tidak masalah.

hanya... tolong yang diskusi disini mengharumkan kata2nya. Kata Abu Hasan Ali Al Hasani:
"Harumkanlah kata-katamu.."

semoga tidak menjadi finah dan namimah...

 
At 10:26 PM, Anonymous Anonymous said...

Saya dulu adalah jamaah tarbiyah sebelum adanya PKS. Kebanyakan tokohnya saya kenal dan sebagian teman seperjuangan dulu. Tapi kenapa kenapa terasa beda sekali nilai-nilai yang dipegang teguh dulu dengan sekarang? Sepertinya PKS bermuka dua dan mendekat kepada musuh-musuh Islam dan menjauh atau bertentangan dengan perjuangan Islam. Apakah PKS sudah memiliki arti lain "Partai Kontra Syariah?"Walla'hu 'alam

 
At 9:11 PM, Anonymous Anonymous said...

Saya dulu adalah jamaah tarbiyah sebelum adanya PKS. Kebanyakan tokohnya saya kenal dan sebagian teman seperjuangan dulu. Tapi kenapa kenapa terasa beda sekali nilai-nilai yang dipegang teguh dulu dengan sekarang? Sepertinya PKS bermuka dua dan mendekat kepada musuh-musuh Islam dan menjauh atau bertentangan dengan perjuangan Islam. Apakah PKS sudah memiliki arti lain "Partai Kontra Syariah?"Walla'hu 'alam

Dulu berati sekarang nggak kan???
Kemane aje ente bung? Futur sih makanye jadi kaga nyambung, cian banget deh lu :(

 
At 10:09 AM, Anonymous w.setyaji@gmail.com said...

Wah seru nih....

Mau tanya nih sama yang muslim.
Islam itu apa sih....
Apakah hanya mengatur ibadah saja????
Kalau hanya mengatur ibadah saja, terus yang ngatur negara siapa?
Negara mau diatur dengan cara apa?

Tentang kekuasaan.
Mungkin tidak mengaplikasikan nilai-nilai luhur islam dalam kebidupan secara nyata jika kita (yang ingin mengalikasikan) tidak memiliki kekuasaan?
Bukankah lebih masuk akal jika dengan memiliki kekuasaan, kita akan lebih memiliki "hak" untuk mengatur semuanya dengan lebih baik berdasarkan nilai-nilai luhur islam??

 
At 6:45 PM, Anonymous randy bukhatir said...

assalamualaikum
wah seruu nih..
kalu ane sangat setuju mah nih blog...
yah kita harus memiliki persaudaraan yang ketat dalam berjamaah,dalam bentuk muslim seluruhnya ,baik di idonesia.amerika iraq,palestina dan lain sebagainaya,
baik wahwa.muhammadiyah,nu
dan sebagainya
itu kahan juga semuanya jemaah ...lhan
yang penting lhu masih ngucapin la ilaha illallah lhu gua anggap jamaah.


kalu ane malah berpikir tuh politik kudu di laksanakan secara islami di indonesia berhubung politik di indonesia udah mulai kotor akibat tangan jahil.

islam mengatur bagaimana cara masuk wc yang notabene hal yang dianggap sepele
apalagi mengurus negara,bukan sepele lagi.
yah yang perlu digaris bawahi

..kebetulan di indonesia untuk menjadi pemimpin teryata harus di calonkan dari partai..yah kalau ada sisten lain ane yakin pks bakal ambil jalan itu..

kalu tinggal punya ijazah sma dan surat kelakuan baik untuk jadi pemimpin pasti itu yang diambil pks..ngappain repot.

bagaimana sih memperbaiki sebuah sistem kalau kita tidak ikut dalam sistem itu??
atua hanya berkoar-koar

no action talk only..

khilafah.... khilafah (puyeng iki) ngomongnya khilafah ..
ekh kok nggak ada aksi ..
piye toh..

PKS MEMPENGATRUHI LDK..

hehehehe.....jawaban yang bagus pren

never judge something from their cover.(heheh)
wassalam

 
At 5:29 AM, Anonymous Abu Aqil said...

Saya Sebenarnya muak dengan yang namanya demokrasi..kita semua menginginkan indonesia ini diatur oleh sistem islam!!,saya rasa semuanya setuju, ada yang tidak setuju??? Tapi Bagaimana caranya??? Dengan melihat kondisi negara ini yang sudah diatur oleh sistem yang namanya 'demograzy',Lantas..apa kita hanya diam melihat bangsa ini menjadi menjadi 'santapan' orang-orang kufar,munafik,sekuler,musyrik,dan kroni-kroninya.ane ngga rela negri ini jadi santapan merela'!!Harus ada yang berbuat,bukan hanya berkomentar.Perubahan tidak akan terjadi hanya dengan berkata-kata dan berangan-angan..Wahai kalian yang hanya bisa berkata-kata!!,kegelapan ini tidak akan terang,selama kita hanya meratapi kegelapan ini,lakukanlah! dengan berusaha membawa cahaya ke dalam kegelapan itu.

 
At 1:02 AM, Blogger npm said...

Sungguh Heran,
Ada orang mengharap Syurga,
atau
berlari menghindari api neraka
sambil menghardik saudaranya.

Bagi para pengkritik yg muslim kayanya harus belajar Islam lbh dalam lagi deh, biar lbh faham.
atau baca (al-hujurat:11-12)
apakah kita bagian dr org yang suka memperolok-olok saudara seIman..?

 
At 7:04 PM, Anonymous Anonymous said...

Ya..begitulah partai (yang katanya islam) tapi jalan Demokrasi dipakai. katanya anti barat tapi produk barat(Demokrasi, ikut PEMILU) di pakai. Jikalau dengan medirikan partai adalah cara yg terbaik untuk menegakkan islam,kenapa Rasullah tidak medirikan partai untuk menggulingkan orang kafir Quraish pada saat itu? &Rasullah pun menolak ketika ditaawari orang Quraish menjadi pemimpin,padahal itukan bs digunakan untuk menegakkan islam,tp itu bukan cara yang baik&terbaim untuk mengakkan islam.
Ketua PKS (lama) jadi ketua MPR. tp koq mngatakan PANCASILA sudah final.mana katanya memperjuangkan islam? apa lagi PKS juga bersekutu dengan orang kafir(AUSTRALIA)???

 
At 5:52 PM, Blogger ANroe said...

DUNIA POLITIK YANG LAGI JAYA SEKARANG ADALAH POLITIK SEKULER... BOLEH.. BOLEH SAJA KITA MEMASUKI WILAYAH ITU UNTUK TUJUAN BERDAKWAH.. TAPI BUKAN TIDUR PULAS ... DAN APA AJA DI MAKAN..

TAHUKAH ANDA: BAHWA GAJI YANG BERSUMBER DARI PEMERINTAH ITU SEBAGIAN BESAR DARI PAJAK..... MACAM2 .. LAH DARI PAJAK ROKOK, NIGHCLUB.. PERJUDIAN.. DAN PAJAK PEMBELANJAAN RAKYAT...TOL .. DLL .. TAPI JANGAN SALAH ...... MENGAMBIL PAJAK DARI WARGA MUSLIM HUKUMNYA HARAM...TAU...... JADI KALO KITA DAPAT GAJI ALIAS DUIT DARI PEMERINTAH ..ITU JANGAN DITELAN... GIMANA MAU BICARA KEBENARAN .. KALO RIZQINYA AJA DARI SUMBER YANG TIDAK HALAL... NAUDZUBILLAH......

SOLUSINYA APA.....
INGAT TUJUAN UTAMANYA .. ADALAH WILAYAH POLITIK SEKULER HANYALAH .. WILAYAH YANG MENJADI SASARAN DAKWAH... TUJUANNYA DAKWAH... JADI JANGAN SAMBIL MENYELAM MINUM RACUN.... HATI2 TEMAN..

1. LEMBAGA DAKWAH/ PARTAI HARUS PUNYA MESIN UANG YANG SUMBERNYA HALLAL UNTUK BISA MENGGAJI.... KADER2NYA YANG DIUTUS DAKWAH DIWILAYAH POLITIK SEKULER.....

2. INCOME /GAJI YANG DIDAPAT DARI PEMERINTAH .. KEMBALIKAN AJA KE RAKYAT ..MISAL UNTUK KEGIATAN .PEMBERDAYAAN EKONOMI KEK..... BEASISWA... KEK.. AAPPA KEK ..SUBSIDI KESEHATAN KEK.. DLL KEK

3. SILAHKAN PIKIRKAN SENDIRI..
POKONYA INGA INGA .. TUJUAN NYA UNTUK BERDAKWAH ... BUKAN MAU TIDUR ATAU NYAMAN2 NYAMANAN /... DOSA ..

UMAR BIN KHOTOB AJA.. KETIKA JADI KALIFAH.. PERNAH SUATU MALAM KELILING DAERAH KEKUASAANN NYA UNTUK MEMANTAU ..KEADAAN RAKYATNYA.
KARENA DIA TIDAK MUNGKIN KENYANG ... TAPI ADA RAKYATNYA YANG KELAPARAN, DIA TAKUT KEPADA ALLOH KETIKA DIMINTA PERTANGGUNG JAWABAN ATAS KEPEMIMPINANNYA ...
ITU TIDAK ADA KASUS BLBI..

SEKARANG MANA MUNGKIN PEMIMPIN BISA TIDUR NYENYAK APA LAGI INVESTASI BUAT DIRI DAN KELUARGANYA HABIS--HABISAN PADAHAL KONDISI RAKYAT KITA BANYAK YANG KELAPARAN... MISKIN . BAHKAN SETIAP BAYI YANG LAHIR DI NEGERI INI KEADAANNYA DALAM KONDISI HUTANG AKIBAT KASUS KORUPSI CS DIANTARANYA KASUSU BLBI.,..

BAHAN RENUNGAN : MANUSIA UNTUK MENGURUS KELUARGANYA SAJA DIA TIDAK AKAN MAMPPU... TIDAK AKAN MAMPU.. KARENA ANAK , ISTRI ADALAH FITNAH YANG AKAN MENJERUMUSKAN , KEDALAM NERAKA .. JIKA KITA TIDAK BISA .. MEMIMPINNYA...

KARENA KITA LEMAH... BANGUNLAH ... MEMOOHON DENGAN KEKERDILAN DIRI DIHADAPAN ALLOH SWT UNTUK MEMINTA KEKUATAN SEHINGGA HANYA DENGAN PERTOLONGAN ALLOH SWTLAH.. YANG MENGUASAI HATI MANUSIA.. KITA BISA MEMIMPIN KELUARGA KITA

APA LAGI NGURUS NEGARA.. MASYARAKAT BESAR.... SANGAT TIDAK AKAN MAMPU ..

TIDAK ADA ALTERNATIF LAIN... DIA HARUS BANGUN .. MALAM HARI DENGAN SENANTIASA ..MENANGIS MEMOHON PERLINDUNGAN DARI BEBAN .. DAN AMANAH SEBAGAI PEMIMPIN YANG BERTANGGUNG JAWAB.. KEPADA YANG DIPIMPINNYA...

JADI KALO PEMIMPIN RUMAH TANGGA SAJA TIDAK MEMINTA KEPADA ALLOH SWT MEMOHON DAYA AGAR .. DI BERIKAN KEMAMPUAN ..UNTUK MEMIMPIN ..
APALAGI PEMIMPIN NEGARA... BOHONG BESAR ... DAN DOSA SUPER POWER KALO DIA TIDAK MENANGIS DIHADAPAN ALLOH SWT UNTUK MEMINTA .. BANTUAN DAN PERTOLONGANNYA.. AGAR DIBERIKAN KEKUATAN UNTUK MEMIMPIN DAN AMAN DARI NERAKA NYA ALLOH SWT

 
At 11:48 PM, Anonymous Anonymous said...

apa pendapat pks ttg kader yg keluar dari partai, sedang partai adalah jamaah dan jamaah ada partai ?
apa hukumnya ?

yg benar jamaah itu satu...sedang partai itu banyak...wong keblinger.
edan koe

 
At 7:13 AM, Anonymous Anonymous said...

kalau ciri jama'ah itu adalah berpegang teguh kepada Quran dan Sunnah, bukan hanya platform partainya tetapi juga seluruh anggota dan pimpinan serta komponen di dalamnya,... nah mengarah ke sana enggak? Memeperhatikan pimpinan Partainya aja walaupun di pelosok berasal dari kalangan non muslim apa bisa disebut jama'ah... mimpi kali

 
At 6:31 AM, Anonymous Anonymous said...

Sing maling bukannya sampean mas ?

 
At 12:29 AM, Blogger ahmad said...

ass.wr.simple saja saudara-saudaraku di PKS,saya akan dukung antum semua kalau secara nyata memperjuangkan penerapan syariat islam,baik dengan perkataan maupun perbuatan antum di liqa'2,tausiyah-tausiyah ustadz/ustadzah PKS,di DPR,di kabinet yang menjadi ladang dakwah PKS.SAYA INGIN DENGAR: PKS MEMPERJUANGKAN SYARIAT ISLAM".nggak usahlah dulu bicara 'daulah islam'.ketinggian....ada yg mau comment/

 

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home